Zainurrahman: Memahami Motivasi Belajar Anak

Memahami Motivasi Belajar Anak

dsc00032

Oleh: Zainurrahman

Motivasi adalah “alasan” yang berada dalam pikiran atau benak seseorang untuk melakukan sesuatu. Motivasi bukanlah suatu yang selalu “menyemangat”i, tetapi juga bisa menjadi sesuatu yang “memaksa” seseorang untuk melakukan sesuatu. Begitu pula dalam hal belajar anak. Kadangkala orang tua memahami motivasi anak sebagai “sesuatu yang membuat anak menjadi senang dan semangat” untuk belajar, padahal bisa saja “rasa takut” menjadi motivasi belajar. Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa rasa takut atau rasa cemas yang berlebihan malah bisa merusak proses belajar anak. Rasa senang yang berlebihan juga bisa membuat anak menjadi malas dan terbiasa dengan kesenangan-kesenangan itu. Oleh karena itu, adalah penting bagi orang tua untuk memahami motivasi belajar anak, agar anak dapat diarahkan sebagaimana mestinya.

Untuk memahami motivasi belajar anak, orang tua harus memperhatikan beberapa hal, bahwa motivasi terdiri dari dua komponen: (1) Inner Component dan (2) Outer Component.

  1. Inner Component: komponen dalam merupakan stimulus internal yang timbul dalam diri anak untuk melakukan atau untuk mempelajari sesuatu. Rasa suka terhadap objek merupakan hal yang harus diperhatikan oleh orang tua yang bersangkutan. Jika orang tua sudah mengidentifikasi kesukaan anaknya, secara cerdas orang tua tersebut harus bisa mengarahkan proses belajar anak melalui apa yang disukainya itu. Tetapi hendak selalu diingat, dalam proses belajar, istilah “TUGAS” harus menjadi kata kunci. Disamping memberikan dukungan terhadap anak dengan memanfaatkan apa yang anak sukai, haruslah ada tugas yang diberikan oleh orang tua untuk anak agar terdapat improvement yang diraih oleh anak itu. Tugas yang diberikan seyogiayanya tidak terlalu berat dan tidak terlalu ringan.
  2. Outer Component: Komponent luar yang merupakan objek yang disukai anak itu sendiri. Orang tua harus mampu memanfaatkan objek tersebut untuk menstimulasi anak. Jika orang tua tidak dapat memanfaatkan objek yang disukai anak tersebut secara baik, benar dan menarik, maka proses belajar anak bisa disebut “tidak maksimal”, atau bahkan gagal sama sekali.

Pandangan ini memang sangat umum, ini memang disengaja agar orang tua dapat memahami dengan benar apa yang harus dilakukan untuk bisa memahami motivasi anak dalam belajar, selain itu bagaimana cara untuk bisa memaksimalkan motivasi tersebut. Semoga Sukses ya….

———————————————————————————————————————————————-

Most needed Education Journals free for downloading

Adults Motivational Direction

Sign Meaning and Social Context

Communication Problem in Heterogeneous Class

The Basic Understanding of Qualitative Research

Learning Language through Task and Activity

Children Language Acquisition and Language Recognition

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s